Category Archive for: Jurnal

FB_IMG_1433234238037

Platon: Demokrasi Itu Rezim Uang

  PLATON: DEMOKRASI ITU REZIM UANG   Wawancara Redaksi Jurnal Pesantren Ciganjur dengan Dr. A. Setyo Wibowo, (pengajar Filsafat di STF Driyarkara, Jakarta)   Dimuat di situs Pusat Kajian Islam Tradisional: http://pkitgusdur.blogspot.co.id/2014/01/platon-demokrasi-itu-rezim-uang.html (Kamis, 16 Januari 2014)   Negeri ini punya sejarah demokrasi yang cukup panjang, meski belum bisa dikatakan telah matang. Lima belas tahun yang…

Read More →

Penghargaan Kebudayaan 2015 – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

PENGHARGAAN KEBUDAYAAN 2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI     Tim Peneliti Lingkar Studi Terapan Filsafat menghadiri undangan Malam Penghargaan 2015 (bertema: “Ritual Kontemporer Meruwat Indonesia Esok”) kepada sejumlah individu/kelompok/lembaga yang sudah berkiprah di bidang kebudayaan. Malam Penghargaan 2015 ini diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Taman Ismail Marzuki (TIM) – Jakarta, 22…

Read More →

2015-09-10-07-40-38

Tahun-tahun Vivere Pericoloso

Tahun-tahun Vivere Pericoloso Materi di dalam tulisan ini merupakan materi yang disampaikan penulis sebagai bahan diskusi Seminar Kebudayaan “Berkepribadian dalam Kebudayaan” di Sanggar Budaya Mbangun Karso, Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Banten, pada 22 Desember 2012. Terima kasih kepada Mas Ananta Wahana dan rekan-rekan SEMAR (Semangat Rakyat – Berpihak dan Merakyat) yang telah mengizinkan pemuatan kembali…

Read More →

H. Margiott - Rezim Uang dan Demokrasi - Lingkar Studi Terapan Filsafat

Membongkar Politik bersama Carl Schmitt

Membongkar Politik bersama Carl Schmitt (Seri Fenomenologi Politik)   “Politik bersandar pada kekhasannya yang utama, yang darinya berasal segala tindakan yang secara khusus bersifat politik. […] Kekhasan yang khas dari politik, yang darinya segala tindakan dan motif politik dapat diasalkan, adalah pembedaan antara kawan dan lawan. […] Pembedaan kawan dan lawan menunjuk pada derajat intensitas…

Read More →

Ilustrasi Jurnal Lembaga Studi Terapan Filsafat - Tertib Lalu Lintas - Oleh Margiott

Menelisik Hasrat Bersama Thomas Hobbes

Seorang filsuf politik dari abad ke-17, Thomas Hobbes (1588-1679), mengajukan sebuah rumusan menarik tentang sifat dasar kekuasaan: “Pertama-tama, saya tetapkan sebagai dorongan paling dasar semua manusia, yaitu hasrat terus-menerus (perpetual) dan tak kenal lelah (restless) untuk mengejar kekuasaan demi kekuasaan. Hasrat ini hanya akan berhenti dalam kematian.”[i] Beberapa baris kemudian Hobbes melanjutkan: “Sebab dari hasrat…

Read More →

H Margiot - Ilustrasi - National Security

Krisis Hidup Berbangsa dan Krisis Cara Berpikir

MANUSIA DI HADAPAN KRISIS National Security Watch COBALAH perhatikan arus informasi di media-media massa akhir-akhir ini. Segera kita dengar dan lihat berita tentang saling gebuk, saling injak, saling seruduk, saling memaki, saling makan di antara sesama orang yang sebetulnya disatukan oleh ikatan politik-spiritual yang sama: Nusantara (yang di zaman modern menjadi Republik Indonesia). Tetapi orang…

Read More →

BUTIR BUTIR FILSAFAT KEINDONESIAAN

Butir-butir Filsafat Keindonesiaan

Mengundang Anda pada acara diskusi dalam rangka HUT RI ke 70: Bedah Buku “Kearifan Lokal – Pancasila. Butir-butir Filsafat Keindonesiaan”: Senin 24 Agustus 2015, pk. 13.00-15.00 di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jl. Cempaka Putih Indah 100A, Rawasari, Jembatan Serong, Jkt Pusat. Pembicara: Yudi Latief, J. Kristiadi dan Franz Magnis-Suseno. Moderator: A. Setyo Wibowo

A epoche

Puisi Kebangsaan

Kemerdekaan, bernilai lebih dari kebebasan. Kemerdekaan seringkali harus dicapai dengan secara sadar mengorbankan kebebasan yang begitu besar. Orang yang merdeka adalah orang yang tahu batas, bukan orang yang bablas. Bangsa yang merdeka adalah juga bangsa yang tahu batas, tahu diri, dalam arti mampu melihat ke dalam dirinya sendiri dan bercermin atas apa yang telah, sedang,…

Read More →

Muspas 1

Dari Papua – Indonesia: Filsafat Fenomenologi, Politik, dan Hakikat Kepemimpinan

Perkenalan saya dengan fenomenologi adalah ketika menempuh studi di Universitas Pertahanan Indonesia. Dalam satu program studi yang jarang diberikan tapi mendasar saya mendapatkan mata kuliah Philosophy of Peace and Conflict Resolution (PCR UNHAN). Tajam dan jernihnya kuliah-kuliah yang diberikan oleh Prof. Franz Magnis-Suseno, Romo Setyo Wibowo, dan abang Ito Prajna-Nugroho, semuanya sangat menggugah saya untuk…

Read More →

Back to Top