Mendidik Pemimpin dan Negarawan: Dialektika Filsafat Pendidikan Politik Platon dari Yunani Klasik Hingga Indonesia

mendidik pemimpin & negarawan

 

Penulis: A. Setyo Wibowo – Haryanto Cahyadi

 

Desain sampul: Titarubi

(Instalasi karya Titarubi: “Something Remains 2014”. Kayu Dibakar (arang), ukuran 233x385x214 cm)

Tata letak: Astanto Sofianto

 

Penerbit Lamalera, 2014

 

ISBN: 978-979-25-4845-6

 

 

Sinopsis

“Buku ini merupakan hasil permenungan akademis dalam memahami teks Platon dan kegelisahan penulis menyaksikan laju demokrasi di negeri ini yang sedang ditelikung uang. Politeia Platon karya 2.400 tahun silam telah memperingatkan: demokrasi sebagai rezim uang akan berujung pada tirani dan kerinduan pada kehadiran figur bertangan besi (despot). Buku Politeia yang tak pernah habis untuk dikaji ini menawarkan pembaruan menyeluruh: pembaruan pranata politik hanya mungkin berlangsung seiring dengan adanya program pendidikan untuk memunculkan penata politik ideal.

Dengan berkaca dari ideal Yunani Klasik, yaitu Keelokan dan Kebaikan (kalos kai agathos), dan relevansi kontekstualnya pada situasi Indonesia dewasa ini, buku ini membelah dua sisi perkara dengan sekali tusuk. Bagi para pembelajar filsafat, buku ini menawarkan kajian akademis tentang figur pemimpin dan negarawan ideal. Bagi para pembelajar politik dan pendidikan, buku ini menawarkan alternatif jalan keluar mengatasi politik demokrasi-uang yang anarkhis dan ikhtiar merawat bayi demokrasi melalui pendidikan yang dipikirkan secara cermat dan jeli.” (Sampul belakang buku Mendidik Pemimpin dan Negarawan).

 

Buku ini sudah diulas oleh:

  1. Franz Magnis-Suseno, “Menjadi “Negarawan Filsuf”” (Resensi Buku, Kompas, 12 Oktober 2014)
  2. Ignas Kleden, “Plato dan Pendidikan Politik” (Makalah Bedah Buku di Balaikota DKI Jakarta, 3 November 2014)
  3. KH. Husein Muhammad, “Mendidik Pemimpin dan Negarawan” (Makalah Bedah Buku di Balaikota DKI Jakarta, 3 November 2014)
  4. Dewi Candraningrum, “Menafsir Ayah” (Makalah Bedah Buku, Balai Soedjatmoko Surakarta, 11 November 2014)
  5. Enin Supriyanto, “Yang Platonik dalam Seni Rupa Modern Indonesia” (Makalah Bedah Buku di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 12 November 2014)
  6. Anita Lie, “Menemukan dan Menumbuhkan Camar” (Makalah Bedah Buku di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 6 Desember 2014)
  7. Franz Magnis-Suseno “Tinjauan Buku”, dalam Jurnal Ilmiah Diskursus (Vol. 13, No. 2, Oktober 2014, h. 270-275)
  8. Kasdin Sihotang, “Pedagogi Kepemimpinan Etis” (Opini Suara Pembaruan, Sabtu-Minggu, 20-21 Desember 2014)
  9. Budi Widianarko, “Dicari: Pemimpin Pembelajar” (Opini Suara Merdeka, 30 Desember 2014)
  10. Tanius Sebastianus, “Pendidikan sebagai Panglima” (Resensi Buku Koran Tempo, Minggu, 15 Februari 2015)
  11. Bonnie Eko Bani, “Mendidik Pemimpin Masa Depan” (Resensi Buku Solopos, Minggu, 8 Maret 2015)
  12. Semuel S. Lusi, “Kurikulum Belajar Pemimpin” (Majalah Basis, No. 07-08, Th. Ke-64, 2015)

Posted on August 27, 2015 in Buku

Share the Story

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top